Sistem sonar adalah sistem yang digunakan untuk mendeteksi tempat dalam melakukan pergerakan dengan deteksi suara frekuensi tinggi (ultrasonik). Sonar atau Sound Navigation and Ranging merupakan suatu metode penggunaan gelombang ultrasonik untuk menaksir ukuran, bentuk, dan kedalaman benda-benda. Beberapa mamalia akan menggunakan daun telinga mereka untuk mengarahkan suara ke dalam saluran pendengarannya. Daun telinga atau bagian tubuh yang lainnya membantu hewan tersebut untuk menentukan arah dari mana suara tersebut datang dan akan dapat mendeteksi suara samar. Beberapa hewan yang menggunakan sistem sonar adalah kelelawar dan lumba-lumba.
Selasa, 28 Maret 2017
Mekanisme pendegaran pada manusia
Bagaimanakah kita dapat mendengar suatu bunyi?
Kita dapat mendengar suatu bunyi pada dasarnya dengan urutan sebagaimana diperlihatkan pada gambar berikut ini.
Bunyi
Bunyi merupakan salah satu bentuk gelombang, yaitu gelombang longitudinal (Arah rambatannya sama dengan arah getarannya.
Syarat terdengarnya bunyi:
1. Ada sumber bunyi
2. Ada medium (Zat perantara), baik padat, cair maupun gas
3. Indra pendengar dalam kondisi baik.
GELOMBANG
A. PENGERTIAN GELOMBANG
Gelombang adalah gejala rambatan dari suatu getaran/usikan. Gelombang akan terus terjadi apabila sumber getaran ini bergetar terus menerus. Gelombang membawa energi dari satu tempat ke tempat lainnya. Contoh sederhana gelombang, apabila kita mengikatkan satu ujung tali ke tiang, dan satu ujung talinya lagi digoyangkan, maka akan terbentuk banyak bukit dan lembah di tali yang digoyangkan tadi, inilah yang disebut gelombang.
Getaran
A. PENGERTIAN GETARAN
Getaran adalah peristiwa gerak bolak balik secara teratur suatu benda melalui satu titik seimbang. Karena terjadi dengan teratur, getaran sering juga disebut gerak periodik. Kuat atau lemahnya pergerakan benda tersebut dipengaruhi oleh jumlah energi yang diberikan. Semakin besar energi yang diberikan maka semakin kuat pula getaran yang terjadi. Satu Getaran sama dengan satu kali gerakan bolak balik penuh dari benda tersebut. Contoh sederhana getaran adalah gerakan pegas yang diberikan beban, misalnya pemanfaatan pegas untuk menjadi ayunan anak.
GETARAN PADA BANDUL SEDERHANA

Indra Pendengaran (Telinga)
A. PENGERTIAN TELINGA
Telinga adalah Organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indra pendengaran dan organ yang menjaga keseimbangan. Telinga merupakan organ yang berperan terhadap pendengaran kita akan suara atau bunyi, hal ini dapat terjadi karena telinga memiliki reseptor khusus yang berfungsi untuk mengenali getaran suara. Namun Telinga memiliki batasan frekuensi suara yang dapat didengar, yaitu yang frekuensinya 20 Hz – 20.000 Hz.
Minggu, 26 Maret 2017
Uji Coba Getaran Halaman 71
Laporan Praktikum IPA "Getaran"
Disusun Oleh Kelompok 5 :
- Darwisy Ayyasyi (05)
- Desti Purnamasari (07)
- Naufal Hardika Isham (18)
- Rahmalia Putri Nirani (20)
A. Alat dan Bahan
1. Bandul
2. Statif
3. Stop Watch
Selasa, 21 Februari 2017
Uji Coba Halaman 50
Laporan Praktikum IPA “Sistem Ekskresi”
Disusun Oleh Kelompok 5:
Desti Purnamasari (07)
Rahmalia Putri Nirani (20)
Resta Lasarika (21)
Rifqon Baithori (23)
A. Alat dan Bahan
1. Gelas Kimia
2. Cermin
3. Kapur
4. Air
Penyebab Gagal Ginjal
Pernahkah kamu mendengar adanya penderita sakit ginjal dan mengalami cuci darah? Perhatikan gambar di bawah ini!
Gambar di atas menunjukkan proses cuci darah (hemodialisis) pada penderita gagal ginjal.
Soal
1.Apa yang menyebabkan seseorang mengalami gagal ginjal?
2.Mengapa penderita gagal ginjal menjalani cuci darah?
3.Bagaimana proses hemodialisis?
4.Bagaimana caranya agar kamu tidak sampai mengalami sakit ginjal?
Jawab
1. Gagal ginjal adalah kondisi saat fungsi ginjal mulai menurun secara bertahab, ketika fungsi ginjal dibawah 80%, maka ginjal dikatakan mengalami gagal ginjal, sehingga ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Gagal ginjal berati juga bahwa ginjal sudah tidak mampu bekerja untuk menyaring semua cairan didalam tubuh. Gagal ginjal disebabkan karena kebanyakan meminum minum energi, es teh, kopi, diabetes mellitus, hipertensi dan glomerulonefritis.
2. Cuci darah / Hemodialisis adalah suatu tindakan medis yang dilakukan untuk membersihkan racun dalam tubuh, karena ginjal tidak mampu lagi membuang sisa-sisa metabolisme dalam tubuh. Cuci darah dilakukan pada pasien penderita ginjal kronik dan ginjal akut.
3. Hemodialisis berasal dari kata “hemo” artinya darah, dan “dialisis ” artinya pemisahan zat-zat terlarut. Hemodialisis berarti proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh. Hemodialisis menggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis. Hemodialisis dikenal secara awam dengan istilah ‘cuci darah.
Pada hemodialisis darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan diedarkan dalam sebuah mesin di luar tubuh, sehingga cara ini memerlukan jalan keluar-masuk aliran darah. Untuk itu dibuat jalur buatan di antara pembuluh arteri dan vena atau disebut fistula arteriovenosa melalui pembedahan. Lalu dengan selang darah dari fistula, darah dialirkan dan dipompa ke dalam mesin dialisis. Untuk mencegah pembekuan darah selama proses pencucian, maka diberikan obat antibeku yaitu Heparin.
Sebenarnya proses pencucian darah dilakukan oleh tabung di luar mesin yang bernama dialiser. Di dalam dialiser, terjadi proses pencucian, mirip dengan yang berlangsung di dalam ginjal. Pada dialiser terdapat 2 kompartemen serta sebuah selaput di tengahnya. Mesin digunakan sebagai pencatat dan pengontrol aliran darah, suhu, dan tekanan. Aliran darah masuk ke salah satu kompartemen dialiser. Pada kompartemen lainnya dialirkan dialisat, yaitu suatu cairan yang memiliki komposisi kimia menyerupai cairan tubuh normal. Kedua kompartemen dipisahkan oleh selaput semipermeabel yang mencegah dialisat mengalir secara berlawanan arah. Zat-zat sampah, zat racun, dan air yang ada dalam darah dapat berpindah melalui selaput semipermeabel menuju dialisat. Itu karena, selama penyaringan darah, terjadi peristiwa difusi dan ultrafiltrasi. Ukuran molekul sel-sel dan protein darah lebih besar dari zat sampah dan racun, sehingga tidak ikut menembus selaput semipermeabel. Darah yang telah tersaring menjadi bersih dan dikembalikan ke dalam tubuh penderita. Dialisat yang menjadi kotor karena mengandung zat racun dan sampah, lalu dialirkan keluar ke penampungan dialisat.
Difusi adalah peristiwa berpindahnya suatu zat dalam campuran, dari bagian pekat ke bagian yang lebih encer. Difusi dapat terjadi bila ada perbedaan kadar zat terlarut dalam darah dan dalam dialisat. Dialisat berisi komponen seperti larutan garam dan glukosa yang dibutuhkan tubuh. Jika tubuh kekurangan zat tersebut saat proses hemodialisis, maka difusi zat-zat tersebut akan terjadi dari dialisat ke darah.
Ultrafiltrasi merupakan proses berpindahnya air dan zat terlarut karena perbedaan tekanan hidrostatis dalam darah dan dialisat. Tekanan darah yang lebih tinggi dari dialisat memaksa air melewati selaput semipermeabel. Air mempunyai molekul sangat kecil sehingga pergerakan air melewati selaput diikuti juga oleh zat sampah dengan molekul kecil. Kedua peristiwa tersebut terjadi secara bersamaan. Setelah proses penyaringan dalam dialiser selesai, maka akan didapatkan darah yang bersih. Darah itu kemudian akan dialirkan kembali ke dalam tubuh.
Rata-rata tiap orang memerlukan waktu 9 hingga 12 jam dalam seminggu untuk menyaring seluruh darah dalam tubuh. Tapi biasanya akan dibagi menjadi tiga kali pertemuan selama seminggu, jadi 3 - 5 jam tiap penyaringan. Tapi hal ini tergantung juga pada tingkat kerusakan ginjalnya.
4.Caranya agar tidak sampai mengalami sakit ginjal
Memperbanyak minum air putih.
Mengunyah makanan selembut mungkin (untuk mengurangi kinerja ginjal secara berlebihan)
Rajin berolahraga.
Mengurangi asupan garam
Minum-minuman yang sehat
Gambar di atas menunjukkan proses cuci darah (hemodialisis) pada penderita gagal ginjal.
Soal
1.Apa yang menyebabkan seseorang mengalami gagal ginjal?
2.Mengapa penderita gagal ginjal menjalani cuci darah?
3.Bagaimana proses hemodialisis?
4.Bagaimana caranya agar kamu tidak sampai mengalami sakit ginjal?
Jawab
1. Gagal ginjal adalah kondisi saat fungsi ginjal mulai menurun secara bertahab, ketika fungsi ginjal dibawah 80%, maka ginjal dikatakan mengalami gagal ginjal, sehingga ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Gagal ginjal berati juga bahwa ginjal sudah tidak mampu bekerja untuk menyaring semua cairan didalam tubuh. Gagal ginjal disebabkan karena kebanyakan meminum minum energi, es teh, kopi, diabetes mellitus, hipertensi dan glomerulonefritis.
2. Cuci darah / Hemodialisis adalah suatu tindakan medis yang dilakukan untuk membersihkan racun dalam tubuh, karena ginjal tidak mampu lagi membuang sisa-sisa metabolisme dalam tubuh. Cuci darah dilakukan pada pasien penderita ginjal kronik dan ginjal akut.
3. Hemodialisis berasal dari kata “hemo” artinya darah, dan “dialisis ” artinya pemisahan zat-zat terlarut. Hemodialisis berarti proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh. Hemodialisis menggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis. Hemodialisis dikenal secara awam dengan istilah ‘cuci darah.
Pada hemodialisis darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan diedarkan dalam sebuah mesin di luar tubuh, sehingga cara ini memerlukan jalan keluar-masuk aliran darah. Untuk itu dibuat jalur buatan di antara pembuluh arteri dan vena atau disebut fistula arteriovenosa melalui pembedahan. Lalu dengan selang darah dari fistula, darah dialirkan dan dipompa ke dalam mesin dialisis. Untuk mencegah pembekuan darah selama proses pencucian, maka diberikan obat antibeku yaitu Heparin.
Sebenarnya proses pencucian darah dilakukan oleh tabung di luar mesin yang bernama dialiser. Di dalam dialiser, terjadi proses pencucian, mirip dengan yang berlangsung di dalam ginjal. Pada dialiser terdapat 2 kompartemen serta sebuah selaput di tengahnya. Mesin digunakan sebagai pencatat dan pengontrol aliran darah, suhu, dan tekanan. Aliran darah masuk ke salah satu kompartemen dialiser. Pada kompartemen lainnya dialirkan dialisat, yaitu suatu cairan yang memiliki komposisi kimia menyerupai cairan tubuh normal. Kedua kompartemen dipisahkan oleh selaput semipermeabel yang mencegah dialisat mengalir secara berlawanan arah. Zat-zat sampah, zat racun, dan air yang ada dalam darah dapat berpindah melalui selaput semipermeabel menuju dialisat. Itu karena, selama penyaringan darah, terjadi peristiwa difusi dan ultrafiltrasi. Ukuran molekul sel-sel dan protein darah lebih besar dari zat sampah dan racun, sehingga tidak ikut menembus selaput semipermeabel. Darah yang telah tersaring menjadi bersih dan dikembalikan ke dalam tubuh penderita. Dialisat yang menjadi kotor karena mengandung zat racun dan sampah, lalu dialirkan keluar ke penampungan dialisat.
Difusi adalah peristiwa berpindahnya suatu zat dalam campuran, dari bagian pekat ke bagian yang lebih encer. Difusi dapat terjadi bila ada perbedaan kadar zat terlarut dalam darah dan dalam dialisat. Dialisat berisi komponen seperti larutan garam dan glukosa yang dibutuhkan tubuh. Jika tubuh kekurangan zat tersebut saat proses hemodialisis, maka difusi zat-zat tersebut akan terjadi dari dialisat ke darah.
Ultrafiltrasi merupakan proses berpindahnya air dan zat terlarut karena perbedaan tekanan hidrostatis dalam darah dan dialisat. Tekanan darah yang lebih tinggi dari dialisat memaksa air melewati selaput semipermeabel. Air mempunyai molekul sangat kecil sehingga pergerakan air melewati selaput diikuti juga oleh zat sampah dengan molekul kecil. Kedua peristiwa tersebut terjadi secara bersamaan. Setelah proses penyaringan dalam dialiser selesai, maka akan didapatkan darah yang bersih. Darah itu kemudian akan dialirkan kembali ke dalam tubuh.
Rata-rata tiap orang memerlukan waktu 9 hingga 12 jam dalam seminggu untuk menyaring seluruh darah dalam tubuh. Tapi biasanya akan dibagi menjadi tiga kali pertemuan selama seminggu, jadi 3 - 5 jam tiap penyaringan. Tapi hal ini tergantung juga pada tingkat kerusakan ginjalnya.
4.Caranya agar tidak sampai mengalami sakit ginjal
Memperbanyak minum air putih.
Mengunyah makanan selembut mungkin (untuk mengurangi kinerja ginjal secara berlebihan)
Rajin berolahraga.
Mengurangi asupan garam
Minum-minuman yang sehat
Terapi
Minggu, 12 Februari 2017
Bagaimana cara kamu menjaga kesehatan sistem ekskresi?
Pernahkah kamu melihat timbunan
sampah dan asap yang keluar dari cerobong di pabrik-pabrik atau dari knalpot
kendaraan bermotor? Dari manakah asalnya barang-barang atau zat-zat sisa
tersebut? Benar, barang atau zat sisa tersebut berasal dari berbagai kegiatan,
baik kegiatan rumah tangga, produksi di pabrik atau mesin untuk menghasilkan
tenaga agar kendaraan bermotor dapat bergerak. Lalu bagaimana dengan tubuhmu
sendiri, setelah beraktivitas seharian apakah kamu menghasilkan zat sisa yang
harus dikeluarkan? Tentu saja ada, dan zat tersebut harus dikeluarkan karena
akan berbahaya jika terus disimpan di dalam tubuh. Bersyukurlah kepada Tuhan
yang telah menciptakan tubuhmu dengan sempurna, sehingga bahan-bahan yang tidak
diperlukan bagi tubuh dapat dikeluarkan melalui sistem ekskresi. Zat sisa dari
tubuhmu akan dikeluarkan dalam bentuk urin, keringat, dan gas karbondioksida.
Namun apa yang terjadi jika salah satu organ ekskresimu mengalami gangguan?
Bagaimana cara kamu menjaga kesehatan sistem ekskresi?
Laporan Praktikum IPA “Uji Urine”
Laporan
Praktikum IPA “Uji Urine”
Disusun Oleh
Kelompok 5:
- Desti Purnamasari (07)
- Rahmalia Putri Nirani (20)
- Resta Lasarika (21)
- Rifqon Baithori (23)
A. Alat dan Bahan :
·
Tabung reaksi
·
Rak tabung reaksi
·
Pipet tetes
·
Kertas label
·
Urin
·
Penjepit tabung reaksi
·
Termometer
·
Gelas kimia
·
Pembakar spiritus
Minggu, 05 Februari 2017
Laporan Praktikum IPA "Model Penyaringan Darah Dalam Ginjal"
Laporan Praktikum IPA "Model Penyaringan Darah Dalam Ginjal"
Disusun Oleh Kelas 8F
Kelompok 5 :
1. Desti Purnamasari (07)
2. Rahmalia Putri Nirani (20)
3. Resta Lasarika (21)
4. Rifqon Baithori (23)
A. Alat dan Bahan
- Air
- Tepung Terigu
- Pengaduk
- Gelas Kimia
- Corong
- Kertas Saring
Langganan:
Postingan (Atom)
